<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Idham Sirunna's Weblog</title>
	<atom:link href="http://idhams.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idhams.wordpress.com</link>
	<description>Sesungguhnya Sholatku, Ibadahku, Hidup dan Matiku Hanya Untuk Allah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jan 2009 03:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='idhams.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/cf62593f3753b17fd80b7daf19c03c40?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Idham Sirunna's Weblog</title>
		<link>http://idhams.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>SETENGAH KATA!</title>
		<link>http://idhams.wordpress.com/2009/01/01/setengah-kata/</link>
		<comments>http://idhams.wordpress.com/2009/01/01/setengah-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Sirunna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[israil]]></category>
		<category><![CDATA[mukmin]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhams.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[
Sejak zuhur, Sabtu, 28 Desember 2008 M, entitas Yahudi membombardir sejumlah kawasan di Jalur Gaza dengan pesawat-pesawat tempurnya secara brutal secara terus-menerus dan kadangkala secara sporadis. Warga Gaza menghadapi serangan itu hanya dengan dada-dada mereka, dengan sikap kepahlawanan yang sulit dicari tandingannya. Mereka ’menyabung nyawa’ mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid, sementara ratusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=185&subd=idhams&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE               MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                              &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-186" title="gaza-under-attack2" src="http://idhams.files.wordpress.com/2009/01/gaza-under-attack2.jpg?w=140&#038;h=103" alt="gaza-under-attack2" width="140" height="103" />Sejak zuhur, Sabtu, 28 Desember 2008 M, entitas Yahudi membombardir sejumlah kawasan di Jalur Gaza dengan pesawat-pesawat tempurnya secara brutal secara terus-menerus dan kadangkala secara sporadis. Warga Gaza menghadapi serangan itu hanya dengan dada-dada mereka, dengan sikap kepahlawanan yang sulit dicari tandingannya. Mereka ’menyabung nyawa’ mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid, sementara ratusan lainnya terluka. Pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara mereka dengan aman dan tenang, tanpa sedikitpun rasa takut akan hadangan rudal-rudal yang akan merontokkannya atau pesawat-pesawat tempur yang menghadangnya. Sebab, para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim telah menetapkan ”larangan bergerak” kepada pasukan dan pesawat-pesawat kita. Mereka hanya menjadikan pesawat-pesawat tempur kita sebagai pameran dan hiasan. Begitulah. Akhirnya, pesawat-pesawat Yahudi itu pun merasa tenang dan terbang dengan aman. Pesawat-pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan dengan tetap aman dari setiap serangan dan bahaya!<span id="more-185"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Sesungguhnya para penguasa itu telah melakukan kejahatan sejak mereka mengalihkan masalah Palestina dari agenda Islam menjadi agenda Arab, kemudian menjadi agenda Palestina. Mereka pun memposisikan diri sebagai pengamat yang bersikap netral. Tidak hanya itu, mereka berpihak kepada musuh. Bahkan mereka mempunyai kebiasaan dalam kondisi diserang, sebagaimana yang terjadi dalam tragedi Pembantaian Gaza saat ini. Mereka sibuk mengamati pesawat-pesawat tempur Yahudi yang terbang silih-berganti, lalu menghitung korban yang tewas dan terluka. Setelah itu mereka berlomba-lomba mengeluarkan kecaman dan penolakan keras, baik mereka yang ikut memblokade Jalur Gaza secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Semuanya mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Bahkan penguasa Mesir, dari istananya—saat menjelang serangan Livni mengancam dan berjanji akan melakukan serangan, lalu pada hari berikutnya pengeboman pun mulai dilakukan terhadap jalur Gaza—juga mengeluarkan kecaman dan penolakan keras!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Memang, para penguasa itu sudah tidak punya rasa malu, baik kepada Allah, Rasul-Nya maupun kepada orang Mukmin. Mereka telah memblokade Jalur Gaza sebelum diblokade oleh musuh. Mereka menginginkan warga Gaza menjadi mayat dan tidak menginginkan mereka hidup-hidup. Karena itu, mereka menolak membuka pintu perbatasan mereka ketika denyut kehidupan itu masih ada. Mereka baru mau membukanya setelah darah mengalir di atas kolam. Sekarang mereka menyerukan diadakannya serangkaian pertemuan untuk ”mengkaji” respon yang harus diberikan terhadap Pembantaian Gaza, seolah-olah respon tersebut masih kabur. Sekali waktu mereka menyerukan diadakannya konferensi tingkat tinggi. Kali lain mereka menyerukan pertemuan tingkat menteri luar negeri. Berikutnya mereka menyerukan pertemuan bersama&#8230;Itulah kebiasaan yang mereka ikuti. Mereka berkumpul untuk sekadar makan dan minum. Kemudian mereka mengeluarkan pernyataan. </span><span style="font-size:11pt;">Setan membisikkan kepada para pengikutnya bahwa itulah “sebaik-baik” perang! Tidak hanya sampai di situ, mereka pun menyandang kehinaan dan aib mereka dengan pergi ke Dewan Keamanan PBB. Mereka meminta negara-negara yang telah mendirikan entitas Yahudi dan mendukungnya dalam merampas Palestina, tanah yang diberkahi, agar negara-negara itu mengeluarkan resolusi untuk membantu Palestina dan rakyat Palestina: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-weight:normal;" lang="AR-SA">﴿أَلاَ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ﴾</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;">Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka putuskan itu! </span></em><strong><span style="font-size:11pt;">(QS an-Nahl [16]: 59).</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;">Sesungguhnya respon terhadap Pembantaian Gaza itu sudah jelas, bukannya tidak jelas; tidak membutuhkan rapat, pertemuan dan evaluasi. </span><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Respon itu juga tidak bergantung pada resolusi dari negara-negara yang telah mendirikan dan mendukung entitas Yahudi. Respon itu hanyalah dengan cara mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu untuk menjadi tentara. Tidak ada lagi yang lain</span><span style="font-size:11pt;" lang="ES">. Para penguasa itu pun memahami hal itu. Namun, mereka itu ibaratnya hanyalah kayu-kayu yang menjadi alat. Mereka memang sangat mahir dengan hanya bersilat lidah, melakukan kebohongan dan penyesatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-weight:normal;" lang="AR-SA">﴿ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ ﴾</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">S</span></em><em><span style="font-size:11pt;" lang="SV">emoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> <strong>(QS al-Muna</strong></span><strong><span style="font-size:11pt;" lang="SV">fiqun [63]: 4).</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Wahai Kaum Muslim:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Waspadalah! Jangan sampai para penguasa itu berhasil mengelabui Anda sehingga Anda merasa puas hanya dengan izin yang mereka berikan kepada Anda untuk melakukan <em>longmarch</em>, pawai, demonstrasi atau pengamanan yang mereka berikan. Semuanya itu sekali-kali tidak akan bisa menghalangi kebenaran sedikit pun. Namun, hendaknya Anda mengambil tugas berat Anda menuju istana-istana mereka sehingga Anda bisa memaksa mereka agar mau mengerahkan pasukan untuk berperang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Lalu Anda, wahai para tentara, apakah Anda tidak merindukan salah satu dari dua kebaikan (yaitu, kemenangan atau mati <em>syahid</em>)? Bagaimana mungkin pembunuhan dilakukan terhadap saudara-saudara Anda, sementara Anda tetap berdiam diri di barak-barak Anda? Apakah para penguasa yang telah menjual agamanya dengan dunia, bahkan dengan dunia pihak lain itukah yang menghalangi Anda untuk menolong dan membela saudara-saudara Anda?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Allah, Allah wahai para tentara! Sesungguhnya Hizbut Tahrir menyeru Anda untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, atau surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:14pt;font-weight:normal;" lang="AR-SA">﴿ قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِــمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ ﴾</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang Mukmin</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> <strong>(QS at-Taubah [9]: 14).</strong></span><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Begitulah caranya menolong warga Gaza. Begitulah seharusnya respon terhadap Pembantaian Gaza. Begitulah seharusnya menghancurkan blokade dari mereka. Begitulah Allah melegakan hati orang-orang Mukmin:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-weight:normal;" lang="AR-SA">﴿إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاَغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ﴾</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah)</span></em><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US"> <strong>(QS al-Anbiya’ [21]: 106).</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Ya Allah, kami telah menyampaikan, ya Allah saksikanlah.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><br />
</span></em></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE               MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                              &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;-->
</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Sebagian Daftar Kekejian Israel</span></strong></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><br />
</span></strong>
</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Yehida, 1947: 13 tewas. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Khisas, 1947: 10 tewas. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Qazaza, 1947: 5 anak-anak tewas. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian di Deir Yassin, 1948: Selama serangan ini, wanita-wanita hamil dicabik perutnya dengan bayonet, anggota tubuhnya dipotong-potong, dan lainnya diperkosa. Sekitar 52 orang anak-anak disayat-sayat tubuhnya di depan mata ibunya, lalu mereka<br />
dibunuh secara keji. Lebih dari 280 warga Palestina syahid di tangan zionis.</span>
</p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Hotel Semirami, 1948: 19 tewas.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Naser al-Din, 1948: Sekelompok teroris Zionis berpakaian tentara Arab menembaki penduduk kota yang meninggalkan rumahnya untuk menyambut mereka. Hanya 40 orang yang lolos dari pembunuhan ini, dan desa tersebut terhapus dari peta. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Tantura, 1948: 200 tewas.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Mesjid Dahmash, 1948: 100 tewas. Sekitar 60.000 orang Palestina keluar dari negerinya, dan 350 orang lebih tewas dalam perjalanan karena keadaan kesehatan yang parah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Dawayma, 1948: 100 tewas. Sebagian besar yang terbunuh tengah berada di mesjid untuk melakukan shalat Jumat. Wanita-wanita Palestina diperkosa selama serangan ini, sementara rumah-rumahnya diledakkan dengan dinamit, padahal ada orang di dalamnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Houla, 1948: 85 tewas. Tentara Israel memaksa 85 orang untuk masuk ke dalam sebuah rumah, kemudian rumah itu dibakar. Setelah itu, sebagian besar warga yang merasa takut melarikan diri ke Beirut. Dari 12.000 penduduk asli Houla, hanya 1200 orang yang tersisa. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Salha, 1948: 105 tewas. Setelah penduduk suatu desa dipaksa masuk ke mesjid, orang-orang tersebut dibakar hingga tak seorang pun yang tersisa hidup-hidup.<a name="35."></a></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="IT"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Deir Yassin, 9 April, 1948: Selama serangan ini, wanita-wanita hamil dicabik perutnya dengan bayonet, hidup-hidup. </span><span style="font-size:11pt;" lang="IT">Anggota tubuh korban dipotong-potong, lalu anak-anak dihantam dan diperkosa. Selama pembantaian Deir Yassin, 52 orang anak-anak disayat-sayat tubuhnya di depan mata ibunya, lalu mereka dibunuh sedang kepalanya dipenggal. Lebih dari 60 orang wanita terbunuh lalu tubuh-tubuh mereka dipotong-potong. <a name="37."></a></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="IT">Pembantaian di Qibya, 1953: 96 tewas<a name="41."></a>. <a name="43."></a>Sebagian besar mayat mengalami luka tembak di belakang kepala, dan banyak yang tanpa kepala. </span><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Bersama orang-orang yang tewas di bawah reruntuhan rumah mereka, banyak wanita-wanita dan anak-anak tak berdosa yang juga dibunuh secara brutal.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="SV"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian Kafr Qasem, 1956: 49 tewas. Pembantaian Khan Yunis, 1956: 275 tewas. <a name="45."></a></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="EN-US"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Pembantaian di Kota Gaza, 1956: 60 tewas: </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="EN-US"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Pembantaian Fakhani, 1981: 150 tewas.<a name="46."></a></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="EN-US"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Pembantaian Sabra dan Shatila, Lebanon, 1982: Merenggut nyawa lebih dari 3.000 warga Palestina. Arsitek pembantaian itu adalah Ariel Sharon yang bekerjasama dengan kelompok Phalangis Kristen,  Lebanon. (Catatan: Setelah Perang 1967, Sharon menyebabkan 160.000 orang Palestina meninggalkan Yerusalem Timur dan menjadi pengungsi. Ketika Sharon menjadi penanggung jawab keamanan di Jalur Gaza, 16.000 orang diusir untuk kedua kalinya). </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="EN-US"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Pembantaian di Masjid Aqsa, 1990: 11 syahid dan 800 terluka.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="EN-US"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Pembantaian di Mesjid Ibrahimi, 1994: Lebih dari 50 orang Islam tewas dan 300 orang luka-luka. <a name="47."></a></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:-18pt;margin:0 0 .0001pt 18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:11pt;font-family:Wingdings;" lang="EN-US"><span>§<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:11pt;" lang="EN-US">Pembantaian Qana, 1996: 109 tewas. Pemandangan mengerikan karena pembantaian ini, termasuk anak-anak yang dipenggal kepalanya, tidak akan pernah terlupakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-size:11pt;">Contoh-contoh yang disebutkan di atas hanyalah pembantaian ketika banyak orang-orang Palestina kehilangan jiwanya dalam satu hari saja. Di luar ini, puluhan orang dibantai setiap harinya selama puluhan tahun, bahkan hingga detik ini. Ironisnya, selama itu pula para penguasa Arab dan Muslim hanya diam, bahkan sebagiannya bersekongkol dengan Israel dan AS. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><span style="font-size:11pt;">Jelas,<strong> </strong>rakyat Palestina, juga kaum Muslim sedunia, tidak bisa berharap kepada para penguasa Arab dan Muslim saat ini. Mereka hanya bisa berharap pada Khilafah yang sudah terbukti dalam sejarahnya selama berabad-abad menjadi pelindung sejati umat Islam. Karena itu, sudah saatnya umat bergerak untuk segera menegakkan kembali Khilafah Islamiyah<em> &#8216;ala Minhaj an-Nubuwwah</em>! <strong>[]</strong></span></p>
Posted in Buletin, Khilafah Tagged: gaza, islam, israel, israil, Khilafah, mukmin, muslim, palestina, perang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idhams.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idhams.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idhams.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idhams.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idhams.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idhams.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idhams.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idhams.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idhams.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idhams.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=185&subd=idhams&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhams.wordpress.com/2009/01/01/setengah-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2632c8a3041ea556f73bc3fcb3ed3d63?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idhams</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idhams.files.wordpress.com/2009/01/gaza-under-attack2.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">gaza-under-attack2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwakanlah Wajibnya Menerapkan Syariah Islam!</title>
		<link>http://idhams.wordpress.com/2008/12/18/fatwakanlah-wajibnya-menerapkan-syariah-islam/</link>
		<comments>http://idhams.wordpress.com/2008/12/18/fatwakanlah-wajibnya-menerapkan-syariah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 23:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Sirunna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[syariah islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhams.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Golput haram? Itulah salah satu isu yang mengemuka baru-baru ini. Awalnya adalah Hidayat Nur Wahid (HNW) yang menggagas agar MUI mengeluarkan fatwa ‘haram’ bagi siapa saja yang atidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2009. HNW, yang mantan Presiden PKS dan kini Ketua MPR-RI, tentu punya alasan. Dalam sebuah acara dialog di sebuah televisi swasta tadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=181&subd=idhams&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-182" title="ada-apa-dengan-golput-00" src="http://idhams.files.wordpress.com/2008/12/ada-apa-dengan-golput-00.jpg?w=140&#038;h=103" alt="ada-apa-dengan-golput-00" width="140" height="103" />Golput haram? Itulah salah satu isu yang mengemuka baru-baru ini. Awalnya adalah Hidayat Nur Wahid (HNW) yang menggagas agar MUI mengeluarkan fatwa ‘haram’ bagi siapa saja yang atidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2009. HNW, yang mantan Presiden PKS dan kini Ketua MPR-RI, tentu punya alasan. Dalam sebuah acara dialog di sebuah televisi swasta tadi malam (TVOne, 15/12/08), HNW mengulang kembali alasan mengapa dirinya mendorong MUI untuk mengeluarkan fatwa haram bagi golput. Ia menyatakan, berdasarkan UU yang ada, memilih memang hak. Namun, dalam konteks mewujudkan kemaslahatan, menurutnya Pemilu harus terwujud, dan itu tidak mungkin terjadi jika masyarakat ramai-ramai golput. Demikian kira-kira alasan ‘rasional’ HNW.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, langkah ini kemudian memicu pro-kontra. Sebagian partai peserta Pemilu mendukungnya. Bahkan ada ormas Islam dan sejumlah kyai yang sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya golput. Sebagian yang lain menganggap tindakan demikian ‘tidak cerdas’. Bahkan mereka menilai fatwa ‘golput haram’ menyesatkan serta melanggar hak warga negara dan hak asasi pemilih. “Harusnya politisi menunjukkan mereka ini layak untuk dipilih dan dipercaya. Jadi, jangan lewat fatwa, tetapi lewat karya yang konkret.” Demikian komentar pengamat politik Arya Bima (13/12/2008).<span id="more-181"></span></p>
<h3 style="text-align:justify;">Kerisauan Penikmat Demokrasi</h3>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari pro-kontra yang segera muncul pasca gagasan HNW ini, boleh jadi, hal itu didorong oleh kerisauan HNW terhadap maraknya golput dalam sejumlah Pilkada di berbagai daerah. Dalam Pilkada yang tiga hari sekali diselenggarakan di seluruh Indonesia, rata-rata jumlah golput di berbagai provinsi mencapai 38-40 persen. Sejumlah Pilkada pada tahun 2008 bahkan ”dimenangi” oleh golput. Golput di Pilkada Jawa Barat, misalnya, mencapai 33%; Jawa Tengah 44%; Sumatera Utara 43%; Jatim (putaran I) 39,2% dan (putaran II) 46%. Angka Golput pada sejumlah Pilkada kabupaten/kota pun banyak yang mencapai 30%–40%, bahkan lebih. Gejala ini diperkirakan terus berlangsung hingga Pemilu 2009 nanti. Bahkan dalam Pilpres 2009, golput diperkirakan meningkat menjadi sekitar 40 persen, lebih tinggi daripada saat Pilpres 2004 yang ‘hanya’ mencapai 20 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu maraknya golput ini sangat merisaukan sebagian pihak yang berkepentingan dengan Pesta Demokrasi 2009. Pasalnya, Pemilu dianggap kurang sukses jika berjalan lancar tetapi minim partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Sebab, jika golput menjadi ‘pemenang’, penguasa atau wakil rakyat yang terpilih tentu dianggap kurang legitimated.</p>
<p style="text-align:justify;">Wajarlah jika kemudian sebagian politikus menggunakan berbagai cara demi mewujudkan ambisi politiknya pada Pemilu 2009. Kampanye dan iklan politik pun kemudian dilakukan dengan jor-joran. Tujuannya jelas untuk mendulang suara pemilih sebanyak-banyaknya. Namun, sekali lagi, itu tidak akan terjadi jika masyarakat banyak yang golput. Karena itulah, ada yang kemudian ‘tergoda’ untuk menggunakan ‘bahasa agama’, yakni ‘fatwa’ untuk kepentingan politiknya dan partainya dalam Pemilu 2009. Seolah-olah, ‘perang terhadap golput’ harus dilancarkan, di antaranya melalui fatwa MUI. Fatwa diharapkan menjadi ‘jurus ampuh’ yang bisa mencairkan kebekuan dan kejumudan sikap masyarakat terhadap demokrasi. Jadinya, ‘fatwa’ sekadar dijadikan alat untuk kepentingan politik pragmatis individu maupun parpol peserta Pemilu, bukan untuk kemaslahatan umat, apalagi untuk alasan-alasan yang bersifat syar’i; seperti untuk tegaknya syariah Islam di Indonesia.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Alasan di Balik Golput</h3>
<p style="text-align:justify;">Maraknya golput tentu bukan sekadar gejala kebetulan. Sebab, saat ini masyarakat tampaknya mulai ‘melek politik’. Masyarakat mulai sadar, bahwa demokrasi tidak menjanjikan apa-apa; tidak kemakmuran, kesejahteraan apalagi keadilan. Demokrasi hanya menjanjikan kemiskinan dan penderitaan. Demokrasi yang katanya menempatkan kedaulatan rakyat di atas segala-galanya justru sering ‘mempecundangi’ rakyat. Suara—bahkan jeritan hati—rakyat sering dikalahkan oleh suara para wakilnya di DPR. Misal: saat semua rakyat sepakat menolak kenaikan harga BBM, para wakilnya di DPR justru menyetujuinya. Yang menyakitkan, kebijakan menaikkan harga BBM ini, di samping diberlakukan pada saat kehidupan masyarakat yang serba sulit, juga disinyalir demi memenuhi desakan para pengusaha minyak asing di dalam negeri. Saat rakyat menolak privatisasi dan penjualan BUMN kepada pihak asing, para wakil rakyat di DPR justru semangat mendukungnya. Para wakil rakyatlah yang juga ‘berjasa’ dalam mengesahkan sejumlah UU yang justru berpotensi merugikan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Penanaman Modal, UU Listrik (meski kemudian dibatalkan oleh MK), dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, penguasa yang dipilih langsung oleh rakyat juga sering lebih berpihak kepada para pemilik modal ketimbang kepada rakyat. Contoh kecil, lihatlah rakyat korban Lumpur Lapindo, yang sudah lebih dari dua tahun diabaikan begitu saja dan dibiarkan menderita. Anehnya, saat sejumlah perusahaan, termasuk Kelompok Bakrie—induk perusahaan PT Lapindo Brantas—kelimpungan diterjang krisis, Pemerintah sigap membantu meski harus mengeluarkan dana triliunan.</p>
<p style="text-align:justify;">Singkatnya, rakyat mulai menyadari bahwa keberadaan penguasa dan wakilnya di parlemen seolah antara ada dan tidaknya sama. Karena itu, dalam pandangan mereka, memilih atau tidak memilih adalah sama saja; tidak berpengaruh terhadap nasib mereka yang semakin tragis. Itulah alasan sebenarnya di balik maraknya golput selama ini, yang diperkirakan semakin meningkat pada Pemilu 2009 nanti.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Sebuah ‘Warning’</h3>
<p style="text-align:justify;">Di samping beberapa alasan di atas, maraknya golput setidaknya menunjukkan dua hal. Pertama: Maraknya golput merupakan ‘warning’ (peringatan) bagi parpol peserta Pemilu. Beberapa survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei nasional menunjukkan bahwa parpol saat ini mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat sudah mulai memahami bahwa keberadaan parpol lebih dijadikan sebagai ‘kuda tunggangan’ yang super komersial, siap ‘direntalkan’ kepada siapa saja yang ingin berkuasa—tentu yang memiliki modal (baca: uang) melimpah—dan bukan unuk memperjuangkan kepentingan rakyat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua: alasan orang untuk golput memang beragam. Ada yang karena alasan ideologis, misalnya karena para calon/parpol peserta Pemilu tidak ada yang secara jelas dan serius memperjuangkan syariah Islam. Ada juga yang hanya karena alasan teknis, misalnya tidak terdaftar atau saat pencoblosan sedang pergi bekerja sehingga tidak memberikan suaranya. Namun, alasan teknis sekalipun sudah cukup menunjukkan bahwa masyarakat menganggap Pilkada/Pemilu bukanlah hal yang penting bagi mereka. Andaikata hal itu dinilai penting, apalagi bisa memberikan harapan untuk perbaikan, tentu masyarakat akan berduyun-duyun menuju TPS.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih dari itu, Pemilu/Pilkada dalam sistem demokrasi saat ini pada faktanya telah melahirkan dampak negatif: masyarakat terkotak-kotak dan hubungan sosial menjadi renggang. Yang lebih parah, Pemilu/Pilkada bahkan sering melahirkan konflik sosial, yang tidak jarang mengarah pada bentrokan fisik dan tindakan anarkis. Sejumlah konflik berbau kekerasan di berbagai daerah Indonesia tidak jarang dipicu oleh perebutan kekuasaan pada proses Pilkada. Inilah buah nyata demokrasi!</p>
<h3 style="text-align:justify;">Fatwakanlah Syariah Islam!</h3>
<p style="text-align:justify;">Jika sistem demokrasi sudah terbukti kebobrokannya dan banyak madaratnya, maka ini saja sebetulnya sudah cukup menjadi alasan, bahwa umat ini tidak layak terus-menerus berharap pada sistem demokrasi. Apalagi demokrasi sangat mudah dijadikan sebagai ‘pintu masuk’ oleh para pemilik modal dan para penjajah asing untuk menguasai sumber-sumber kekayaan milik rakyat. Bukankah leluasanya pihak asing menguasai BUMN dan sumber-sumber kekayaan alam milik rakyat adalah karena hal itu memang dilegalkan atas nama privatisasi oleh UU—yang notebene dibuat dan disahkan oleh Pemerintah dan DPR—melalui proses demokrasi?</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, para tokoh, ulama, politikus dan parpol seharusnya cerdas menangkap keinginan masyarakat saat ini, yang notabene mayoritas Muslim, yakni keinginan mereka untuk hidup diatur dengan syariah Islam; bukan justru memperalat agama untuk memuaskan syahwat kekuasaan mereka, dengan alasan demi kemaslahatan umat. Padahal sudah nyata-nyata umat tidak mendapatkan kemaslahatan dari hajatan demokrasi yang hendak difatwakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, umat Islam sendiri tampak semakin teguh pilihannya untuk kembali pada syariah agama mereka. Sejumlah survei memperlihatkan bahwa dukungan masyarakat pada penerapan syariah Islam dari hari ke hari makin menguat. Survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah tahun 2001 menunjukkan, 57,8% responden berpendapat bahwa pemerintahan yang berdasarkan syariah Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia. Survey tahun 2002 menunjukkan sebanyak 67% (naik sekitar 10%) berpendapat yang sama (Majalah Tempo, edisi 23-29 Desember 2002). Survey tahun 2003 menunjukkan sebanyak 75% setuju dengan pendapat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebanyak 80% mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara (Hasil survey aktivis gerakan nasionalis pada 2006 di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya, Kompas, 4/3/’08).</p>
<p style="text-align:justify;">Survey Roy Morgan Research yang dirilis Juni 2008 memperlihatkan, sebanyak 52% orang Indonesia mengatakan, syariah Islam harus diterapkan di wilayah mereka. (The Jakarta Post, 24/6/’08). Survey terbaru yang dilakukan oleh SEM Institute juga menunjukkan sekitar 72% masyarakat Indonesia setuju dengan penerapan syariah Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan inilah yang seharusnya ditangkap oleh para tokoh, ulama, politikus, ormas, dan terutama parpol peserta Pemilu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih dari sekadar keinginan mayoritas umat Islam di atas, penegakkan syariah Islam adalah kewajiban dari Allah, Pencipta alam raya ini, yang dibebankan kepada setiap Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan syariah buatan Allahlah, Zat Yang Mahatahu, seharusnya negara dan bangsa ini diatur; bukan dengan aturan-aturan produk manusia yang serba lemah dan sarat kepentingan, sebagaimana selama ini terjadi. Dengan syariah Islamlah seharusnya kekayaan negeri-negeri Muslim yang luar biasa melimpah, termasuk di negeri ini, dikelola melalui tangan-tangan para pemimpin yang bertakwa dan amanah. Hanya dengan cara inilah umat Islam di negeri ini akan mampu mengakhiri kesengsaraannya.</p>
<blockquote><p><em>Inilah penjelasan yang (sejelas-jelasnya) bagi manusia supaya mereka mendapatkan peringatan dengannya.</em> <strong> (QS Ibrahim [14]: 52). []</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Komentar:</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">PPP Incar Pemimpin Baru <strong>(Kompas, 16/12/2008)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Incarlah pemimpin Muslim yang mau menerapkan syariah Islam secara kâffah dalam negara. </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<em>Sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2008/12/16/fatwakanlah-wajibnya-menerapkan-syariah-islam/<br />
</em></p>
Posted in Buletin, Khilafah, Tsaqofah Islam Tagged: demokrasi, fatwa, golput, pemilu, pilkada, syariah islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idhams.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idhams.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idhams.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idhams.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idhams.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idhams.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idhams.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idhams.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idhams.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idhams.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=181&subd=idhams&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhams.wordpress.com/2008/12/18/fatwakanlah-wajibnya-menerapkan-syariah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2632c8a3041ea556f73bc3fcb3ed3d63?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idhams</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idhams.files.wordpress.com/2008/12/ada-apa-dengan-golput-00.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">ada-apa-dengan-golput-00</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solusi Islam Mengatasi PHK dan Pengangguran</title>
		<link>http://idhams.wordpress.com/2008/12/12/solusi-islam-mengatasi-phk-dan-pengangguran/</link>
		<comments>http://idhams.wordpress.com/2008/12/12/solusi-islam-mengatasi-phk-dan-pengangguran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 22:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Sirunna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[phk]]></category>
		<category><![CDATA[sektor riil]]></category>
		<category><![CDATA[sistem ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[sistem ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[solusi islam]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhams.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Seperti telah diperkirakan oleh banyak kalangan, krisis keuangan dunia yang menimpa Amerika akan diikuti gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran di berbagai belahan dunia. Setelah AS, Jepang terhempas ke jurang krisis ekonomi, disusul Jerman dan negara-negara pengguna mata uang Euro. Krisis ini berpeluang melahirkan krisis multidimensi, di antaranya gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat.
Gelombang PHK semakin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=178&subd=idhams&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-179" title="jobless" src="http://idhams.files.wordpress.com/2008/12/jobless.jpg?w=128&#038;h=95" alt="jobless" width="128" height="95" />Seperti telah diperkirakan oleh banyak kalangan, krisis keuangan dunia yang menimpa Amerika akan diikuti gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran di berbagai belahan dunia. Setelah AS, Jepang terhempas ke jurang krisis ekonomi, disusul Jerman dan negara-negara pengguna mata uang Euro. Krisis ini berpeluang melahirkan krisis multidimensi, di antaranya gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p>Gelombang PHK semakin meluas; mulai dari sektor perbankan dan keuangan hingga sektor perindustrian, manufaktur, insfrastruktur, jasa, dsb. Di Amerika gelombang pengangguran telah mencapai titik tertinggi sejak 5 tahun terakhir, yaitu 6.7%. Menurut Ian Shepherdson di High Frequency Economics, hanya dalam waktu 6 bulan AS telah kehilangan 1.55 juta lapangan kerja, hampir sama besarnya dengan resesi pada 2001 lalu. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat mengingat masih belum adanya tanda-tanda perbaikan ekonomi yang telah dicanangkan pemerintah Amerika.<span id="more-178"></span></p>
<p>Juru bicara raksasa perbankan Citigroup, Richard Tesvich, mengatakan kepada AFP (18/11), pihaknya akan mem-PHK 52,000 karyawannya di seluruh dunia, hal ini dilakukan demi menekan kerugian besar akibat krisis subprime mortgage. Lembaga keuangan lainnya juga ikut ambil bagian untuk melakukan PHK. Juni lalu, Bank of America Corp memperkirakan akan mengurangi pegawai sebanyak 7,500 orang dalam dua tahun ke depan. Barclays Plc,  yang bermarkas di Inggris, akan mem-PHK 3,000. Commerzbank AG, bank terbesar Jerman, pada 1 September lalu mengumumkan akan memberhentikan 9,000 tenaga kerja. Sejumlah perusahaan lain seperti Credit Suisse Group, Fidelity National Financial Inc, First American Group, Goldman Sach Group Inc dan HSBC Holding juga telah atau berencana mem-PHK sebagian karyawannya.</p>
<p>Selain itu, Industri otomotif di AS juga akan merumahkan karyawan karena terancam bangkrut. Para eksekutif General Motors, Ford, dan Chrysler dijadwalkan memberikan keterangan di depan Kongres untuk menyelamatkan nasib mereka dan industri otomotif umumnya. Jika PHK massal di sektor otomotif terjadi maka angka pengangguran di AS akan semakin melonjak. Industri manufaktur kehilangan 61,000 pekerja. Bidang konstruksi kehilangan 8,000 pekerja dan kemungkinan akan bertambah. Retail kehilangan 20,000 pekerja. Akuntan, konsultan dan jasa hukum kehilangan 53,000 pekerja <em>(CNN, 5/12/2008)</em>.</p>
<p>Di sisi lain, banyak warga AS yang menggantungkan hidupnya dari pembiayaan kartu kredit. Seiring dengan PHK besar-besaran itu, akhirnya banyak warga AS yang kesulitan membayar tagihan kartu kreditnya. Kini, utang kartu kredit mencapai US$ 1 triliun, sementara kredit macet di sektor perumahan mencapai US$ 14 triliun.</p>
<p>PHK masal tidak hanya terjadi di Amerika, tetapi juga di seluruh dunia. Jumlah pengangguran di Inggris diramalkan menembus 2,9 juta orang pada pertengahan 2010. Saat ini rasio pengangguran di Inggris mencapai 5,8 persen. Di Rusia, beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Rusia sepakat untuk melakukan PHK dan merumahkan sedikitnya 200.000 pegawai tahu depan. Di Cina, pabrik pembuat mainan di Cina yang mengekspor produknya ke Amerika Serikat, seperti Mattel dan Disney, harus menutup pabriknya akibat krisis keuangan global. Akibatnya, 6000 orang karyawan di PHK. Di Hongkong pengangguran melonjak menjadi 3,5 persen. Adapun rasio pengangguran di negara yang meggunakan Euro mencapai 7.5%, Jerman 7.5%, Jepang 4% dan Tiongkok 4% dan negara-negara lainnya di barat ataupun di timur tengah ramai melakukan PHK masal.</p>
<p>International Labour Organization (ILO) memperkirakan, jumlah pengangguran di seluruh dunia akan mencapai 210 juta pada akhir 2009. Jumlah itu meningkat sekitar 20 juta orang jika dibandingkan dengan pengangguran pada 2007, yang mencapai 190 juta orang. Peningkatan itu disebabkan maraknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda banyak industri besar di seluruh dunia.</p>
<p>Di dalam negeri, ekspor barang-barang dari Indonesia menurun karena permintaan dari negara-negara maju yang juga menurun. Bahkan ada yang menghentikan kontrak pembelian produk-produk industri garmen-tekstil, kayu dan produk perkebunan dari Indonesia. Akibatnya, pabrik harus menurunkan kapasitas produksinya, ada yang sampai 40%. Pukulan lain adalah kemungkinan suku bunga pinjaman dalam negeri juga bergerak naik. Akibatnya, cicilan pokok dan bunga kredit perusahaan akan semakin membebani dan perusahaan pun tak mampu untuk bertahan. Buntutnya adalah rasionalisasi dalam bentuk PHK ratusan ribu karyawan industri padat karya di berbagai wilayah pertekstilan Pulau Jawa serta perkayuan Riau dan Kalimantan.</p>
<p>Pemerintah Indonesia, melalui Menkeu/Pejabat Menko Perekonomian Sri Mulyani, menyatakan bahwa dampak krisis ekonomi dunia terhadap perekonomian Indonesia akan berlanjut hingga satu tahun mendatang. Saat ini krisis ekonomi global sudah mulai berdampak pada sektor riil. Data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi menunjukkan saat ini 1.396 pekerja sudah di-PHK dan rencananya sekitar 20.930 pekerja juga akan di-PHK. Selain itu, sekitar 1.025 pekerja sudah dirumahkan dan 18.891 pekerja lagi akan mengalami nasib yang sama. Konsekuensinya, tentu jumlah penganggur di Indonesia akan terus bertambah.</p>
<p>Menurut Sofyan Wanadi, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), puncak PHK massal diperkirakan akan terjadi pada pertengahan 2009. Setidaknya, 500 ribu hingga 1 juta orang akan kehilangan pekerjaannya hingga pertengahan tahun depan. Menurutnya, saat ini beberapa perusahaan sudah mulai merumahkan beberapa pekerjanya. Namun, PHK massal akan mulai terasa mulai Januari atau Februari 2009. Sektor industri yang paling terkena dampaknya adalah industri yang padat karya seperti industri tekstil, sepatu, UKM, dan industri makanan-minuman. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) bersama industri sepatu, misalnya, sudah mengalkulasi pengurangan tenaga kerja sekitar 10% dari total sekitar 2,5 juta pekerja saat ini. Industri lain, seperti industri makanan dan minuman, industri elektronik, juga industri otomotif kurang lebih sudah punya hitungan serupa.</p>
<h3>Akar Persoalan PHK</h3>
<p>Gelombang PHK yang terjadi saat ini tidak lain merupakan dampak dari penerapan sistem ekonomi kapitalis karena lemahnya struktur ekonomi pasar yang dianut. Akibatnya, ia tidak mampu menahan gejolak negatif di berbagai sektor hanya gara-gara krisis kredit perumahan. Akhirnya, perekonomian dunia melemah, perusahaan mengalami kerugian triliunan dolar dan kas negara pun habis terkuras. Dalam sistem ekonomi pasar Kapitalisme, lembaga perbankan dan keuangan merupakan pintu utama arus permodalan ke berbagai sektor perekonomian. Namun, dana tersebut lenyap begitu saja di sektor non-riil. Lembaga perbankan dan keuangan pun akhirnya lumpuh. Kelumpuhan tersebut mengakibatkan terhentinya proses produksi dan sekaligus mematikan daya beli perusahaan-perusahaan, khususnya di negara maju, termasuk terhadap barang-barang impor. Pertumbuhan ekonomi pun terus merosot sampai ke titik nol. Perusahaan-perusahaan di negara-negara pengekspor, termasuk Indonesia, yang men-supply berbagai kebutuhan ke negara-negara maju—seperti tekstil dan produk tekstil—akhirnya menurunkan kapasitas produksinya sekaligus mengurangi/merumahkan tenaga kerjanya.</p>
<p>Yang lebih mengerikan lagi adalah efek samping dari gelombang PHK massal ini seperti yang dikatakan oleh Harvey Brenner. Menurutnya, setiap 10 persen kenaikan penganggur, kematian naik 1,2 persen, serangan jantung 1,7 persen, bunuh diri 1,7 persen, dan harapan hidup berkurang 7 tahun.</p>
<h3>Solusi Islam</h3>
<p>Dalam sistem ekonomi Islam yang diterapkan oleh negara (Khilafah), PHK sangat kecil sekali kemungkinannya bakal terjadi. Sebab, prinsip ekonomi Islam yang dianut adalah penyerapan pasar domestik yang sangat didukung oleh negara dalam rangka memenuhi kebutuhan individu masyarakatnya. Ekspor bukan lagi tujuan utama hasil produksi. Sebab, sistem mata uangnya juga sudah sangat stabil, yaitu dengan menggunakan standar emas (dinar dan dirham). Dengan demikian, negara tidak membutuhkan cadangan devisa mata uang negara lain karena semua transaksi akan menggunakan dinar/dirham atau dikaitkan dengan emas.</p>
<p>Negara juga akan menerapkan sistem transaksi hanya di sektor riil dan menghentikan segala bentuk transaksi ribawi dan non riil lainnya. Dengan begitu, perputaran barang dari sektor riil akan sangat cepat dan tidak akan mengalami penumpukkan stok. Penawaran dan permintaan bukanlah indikator untuk menaikkan/menurunkan harga ataupun inflasi, karena jumlah uang yang beredar stabil sehingga harga akan stabil. Negara pun tidak perlu repot-repot mengatur jumlah uang beredar dengan menaikkan/menurunkan suku bunga acuan seperti yang dilakukan negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis. Negara hanya akan memantau dan memastikan kelancaran proses distribusi barang dan jasa agar segala kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.</p>
<p>Selain itu, dalam sistem ekonomi Islam, negaralah yang mengelola sumber kekayaan yang menjadi milik rakyat. Hasilnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Dengan demikian, jaminan sosial bagi masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan, akan terpenuhi. Dalam kondisi seperti ini, daya beli masyarakat akan sangat kuat dan stabil. Harga tinggi bukan merupakan persoalan dalam sistem ekonomi Islam. Dengan terpenuhinya kebutuhan individu, pola hidup masyarakat pun menjadi lebih terarah. Mereka tidak lagi terperangkap dalam pola hidup individualis, dengan bersaing dan harus menang, dengan menghalakan segala cara.</p>
<p>Pemerintah saat ini sepertinya telah kehabisan akal sehingga tidak bisa berbuat apa-apa untuk menanggulangi masalah PHK massal tersebut, kecuali hanya wait and see saja. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan oleh Pemerintah untuk menghadapi krisis global ini.</p>
<p>Sudah waktunya bagi Pemerintah dan masyarakat untuk memilih jalan keluar terbaik dari permasalahan ini. Caranya adalah dengan mengambil jalan yang ditawarkan Islam, yakni dengan menerapkan sistem ekonomi Islam sekaligus menerapkan sistem pemerintahan Islam. Tanpa itu, kita akan terus menderita akibat berbagai persoalan hidup yang tidak pernah berakhir.</p>
<blockquote><p><em>Apakah sisem Jahiliah yang mereka kehendaki? Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?</em><strong> (QS al-Maidah [5]: 50).</strong></p></blockquote>
Posted in Buletin, Tsaqofah Islam Tagged: ekonomi islam, pengangguran, phk, sektor riil, sistem ekonomi, sistem ekonomi islam, solusi islam, tenaga kerja <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idhams.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idhams.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idhams.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idhams.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idhams.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idhams.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idhams.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idhams.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idhams.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idhams.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=178&subd=idhams&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhams.wordpress.com/2008/12/12/solusi-islam-mengatasi-phk-dan-pengangguran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2632c8a3041ea556f73bc3fcb3ed3d63?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idhams</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idhams.files.wordpress.com/2008/12/jobless.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">jobless</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haji Dan Kepemimpinan Islam</title>
		<link>http://idhams.wordpress.com/2008/12/05/haji-dan-kepemimpinan-islam/</link>
		<comments>http://idhams.wordpress.com/2008/12/05/haji-dan-kepemimpinan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 16:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Sirunna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buletin]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhams.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Dzulhijjah ini, umat Islam sedang melangsungkan perhelatan besar: ibadah haji. Subhânallâh! Dari seluruh penjuru dunia kaum Muslim berbondong-bondong datang ke Tanah Suci dengan berbagai latar belakang; ras, suku, bangsa dan bahasa. Namun, perbedaan itu mereka tanggalkan semuanya. Yang ada adalah kesamaan iman dan Islam yang mengikat mereka untuk berada dalam satu tempat bersama-sama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=173&subd=idhams&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://idhams.files.wordpress.com/2008/12/krisis-ekonomi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-175" title="krisis-ekonomi" src="http://idhams.files.wordpress.com/2008/12/krisis-ekonomi.jpg?w=128&#038;h=95" alt="krisis-ekonomi" width="128" height="95" /></a>Pada bulan Dzulhijjah ini, umat Islam sedang melangsungkan perhelatan besar: ibadah haji. Subhânallâh! Dari seluruh penjuru dunia kaum Muslim berbondong-bondong datang ke Tanah Suci dengan berbagai latar belakang; ras, suku, bangsa dan bahasa. Namun, perbedaan itu mereka tanggalkan semuanya. Yang ada adalah kesamaan iman dan Islam yang mengikat mereka untuk berada dalam satu tempat bersama-sama, demi mengerjakan semua perintah Allah SWT dengan penuh ketundukan dan ketulusan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengorbanan waktu, tenaga, harta dan pikiran mereka persembahkan hanya kepada Allah SWT. Mereka senantiasa berharap, perniagaan mereka dengan Sang Rabbul ‘Izzati diterima dan dibeli dengan ridha dan surga-Nya.<span id="more-173"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah rasa bahagia menyaksikan perhelatan tersebut, ada rasa galau. Apakah ibadah haji hari ini sama kondisinya dengan ibadah pada masa Rasulullah saw.? Apakah umat Islam sekarang bisa menangkap esensi ibadah haji ini? Bagaimana pula pengorbanan umat Islam saat ini—sebagai salah satu pesan dari ibadah kurban—untuk kemuliaan agamanya?</p>
<h3>Bercermin pada Haji Wada’</h3>
<p style="text-align:justify;">Hari itu, Hari Tarwiyah 10 H. Saat itu Rasulullah saw. pergi ke Mina dan melaksanakan shalat zuhur, ashar, magrib, isya dan subuh di sana. Seusai menanti beberapa saat hingga matahari terbit, Beliau melanjutkan perjalanan hing­ga tiba di Arafah. Tenda-tenda waktu itu telah didirikan di sana. Beliau pun masuk tenda yang telah disiapkan bagi Beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah matahari tergelincir, Rasulullah saw. meminta agar al-Qashwa’, unta Beliau, didatangkan. Beliau kemudian menungganginya hingga tiba di tengah Padang Arafah. Di sana telah berkumpul sekitar 124.000 atau 144.000 kaum Muslim. Beliau kemudian berdiri di hadapan mereka seraya me­nyampaikan khutbah haji terakhir Beliau yang lebih dikenal dengan sebutan haji wada.’ Beliau antara lain bertutur:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Wahai manusia…</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya darah dan harta kalian terpelihara/haram atas diri kalian hingga kalian menjumpai Tuhan kalian, sebagaimana haramnya hari ini dan bulan ini. Sesungguhnya kalian pasti akan menjumpai Tuhan kalian dan kalian akan ditanya tentang amal-amal kalian…</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya riba Jahiliah dihapuskan seluruhnya. Kalian hanya menerima pokok harta kalian; kalian tidak menzalimi dan tidak dizalimi… </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Semua persoalan yang terjadi pada zaman Jahiliah yang selama itu masih di bawah telapak kakiku, mulai hari ini dihapuskan… </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang menjadikan kalian tidak akan sesat selamanya jika kalian berpegang teguh dengannya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya… </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wahai manusia… </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya Tuhan kalian itu satu. Sesungguhnya kalian berasal dari satu bapak. Kalian semua dari Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Tuhan adalah yang paling bertakwa…</em><strong>(HR al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Umar dan sebuah kisah yang dituturkan oleh Ibnu Hisyam dalam As-Sîrah an-Nabawiyyah). </strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Dari khutbah Nabi saw. di atas, ada beberapa pelajaran penting bagi umat Islam: <strong><em>Pertama</em></strong>, umat Islam adalah umat yang mulia, yang tegak dan terikat oleh iman. Inilah ikatan ideologi yang paling kokoh dan menjadikan umat Islam istimewa dan berbeda dengan umat lain. Yang membedakan umat Islam dengan umat lainnya adalah ketakwaan mereka sebagai pembuktian atas keimanan mereka kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kedua</em></strong>: umat ini sejak awal berdirinya di bawah kepemimpinan Rasulullah saw.  telah membuang sistem yang melahirkan derita dalam kehidupan ekonomi mereka: sistem ribawi! Sistem ekonomi ribawi ini penuh dengan kezaliman dan manipulasi. Karena itu, Islam telah mengubur sistem ekonomi ribawi ini sejak awal berdirinya masyarakat Islam di Madinah.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>: Rasulullah saw. dengan jelas menggambarkan telah tumbangnya sistem Jahiliah yang rendah dan sangat tidak berharga dengan bahasa majaz Beliau (perkara yang ada di bawah telapak kaki). Ini adalah gambaran tentang tegaknya kepemimpinan Islam atas semua yang berbau Jahiliah. Pemimpinanya adalah Rasulullah saw. Sistem dan hukum-hukum yang tegak di dalam masyarakatnya adalah sistem dan hukum Islam.</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>: keistiqamahan dalam memegang teguh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah adalah pangkal keselamatan dunia dan akhirat sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam QS Thaha [20]: 123-124:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>“Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.</em><strong> (QS Thaha [20]: 123-124)</strong></p>
</blockquote>
<h3>Bagaimana Umat Islam Hari Ini?</h3>
<p style="text-align:justify;">Setiap tahun di bulan Dzulhijah lautan manusia berkumpul di Padang Arafah. Mereka datang dari berbagai negeri yang tercerai-berai dengan pemimpin mereka masing-masing. Mereka sudah lama tidak berada dalam satu kepemimpinan yang utuh sebagaimana kaum Muslim dulu saat masih berada dalam kepemimpinan Rasulullah saw. dan para khalifah setelah Beliau. Mereka tidak lagi berada dalam satu kesatuan jamaah kaum Muslim (jamâ’ah al-Muslimîn) secara hakiki sebagaimana dulu kaum Muslim saat berada dalam naungan Daulah Islam masa Rasulullah saw. dan Kekhilafahan Islam setelahnya. Mereka dicengkeram ‘ashabiyah sempit. Mereka berkubang dalam sistem Jahiliah modern: nasionalisme dan negara-bangsa (nation-state).</p>
<p style="text-align:justify;">Aneh memang, umat Islam saat ini bisa bersatu dalam satu ibadah mahdhah, yakni ibadah haji. Mereka mengarah ke kiblat yang satu dan berada di tempat ibadah yang sama. Namun, mereka begitu saja abai terhadap kewajiban mereka untuk berada dalam kepemimpinan yang juga satu.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka juga tenggelam dalam kubangan sekularisme di negeri mereka. Mereka senantiasa memisahkan urusan ibadah ritual dengan aspek kehidupan lainnya. Mereka menganggap seolah-olah kewajiban untuk tunduk dan patuh pada perintah Rabbul ‘Izzati hanya dalam ranah ibadah ritual seperti shalat, haji, berkurban dan semisalnya. Sebaliknya, di luar itu—seperti kewajiban mereka untuk berada dalam satu kepemimpinan Islam (Khilafah) dan keharusan mereka untuk membuang sikap ‘ashabiyah yang sempit—seolah tidak pernah diwajibkan oleh Allah dan tidak pernah tertuang dalam lembaran wahyu (al-Quran dan as-Sunnah).</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini dunia, termasuk Dunia Islam, sedang dilanda krisis keuangan global yang cukup parah. Pangkal utamanya tidak lain adalah ekonomi ribawi yang menjadi pilar sistem ekonomi kapitalis saat ini, yang sayangnya justru diterapkan pula di negeri-negeri Muslim. Padahal bukankah sistem ribawi, sebagaimana yang pernah Rasulullah saw. khutbahkan saat Haji Wada’, sudah Beliau campakkan sejak empat belas abad lalu? Lalu mengapa umat Islam mengadopsinya kembali dan seperti belum mau melepaskannya? Padahal sistem ekonomi berbasis riba inilah yang selama ini telah berkali-kali menggelincirkan umat ke dalam jurang penderitaan dan kemiskinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh bertolak belakang ibadah haji saat ini dengan ibadah haji pada masa Rasulullah saw. Dulu Rasulullah saw. dan kaum Muslim menunaikan ibadah haji dalam naungan sistem Islam, dalam Daulah Islam, dan dalam satu kepemimpinan Islam. Saat itu sistem Jahiliah terkubur secara keseluruhan. Sebaliknya, selama puluhan tahun sejak runtuhnya Kekhilafahan Islam hingga saat ini, kaum Muslim menunaikan ibadah haji dalam kubangan sistem Jahiliah modern, yakni sistem sekular, dan berada di bawah kepemimpinan yang terkotak-kotak, dengan nasionalisme dan negara-bangsa (nation-state)-nya masing-masing.</p>
<p>Hari ini ideologi Islam tidak tegak di tengah-tengah umat Islam sebagaimana pada masa Rasulullah saw. Hari ini tidak ada satu pun negara yang menerapkan sekaligus mengemban Islam sebagai ideologi sebagaimana pada masa Nabi saw. Sistem Jahiliah yang berada di telapak kaki Rasulullah saw. dan sudah dihapus oleh Beliau sejak pertama kali Beliau membangun Daulah Islam di Madinah justru sekarang hadir kembali, bahkan mencengkeram umat Islam.</p>
<h3>Islam Membutuhkan Pengorbanan Kita</h3>
<p style="text-align:justify;">Terkait dengan pengorbanan, al-Quran telah mengabadikan kisah dahsyat Nabiyullah Ibrahim as. Beliau adalah manusia yang menyadari hakikat dirinya sebagai seorang hamba berikut kewajiban-kewajibannya sekaligus menyadari siapa Tuhannya berikut hak-hak-Nya. Kecintaan Ibrahim as. kepada Tuhannya sampai pada tingkatan mutlak. Baginya, Allah SWT adalah segalanya. Karena itulah, demi kecintaan atas Tuhannya, Ibrahim as. tidak pernah merasa berat hati meski Allah SWT memintanya untuk mengorbankan putranya, Ismail as., yang puluhan tahun ia nantikan kehadirannya. Demikianlah, Ibrahim as. dengan ringan tanpa beban ‘menyembelih’ ego dan keakuannya, serta dengan tulus-ikhlas mengorbankan rasa cinta kepada putranya demi mendahulukan cinta kepada Tuhannya. Demikian besar cintanya kepada Allah hingga melebihi kecintaan kepada selain-Nya, pantaslah jika Ibrahim as. digelari sebagai khalîlullâh (kekasih Allah).</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap dan pengorbanan Ibrahim as. ini diteladani secara sempurna, bahkan dengan kadar yang istimewa, oleh Baginda Rasulullah saw. Bukan hanya waktu, tenaga, harta dan keluarga yang Rasulullah saw. korbankan. Nyawa pun Beliau pertaruhkan demi tegaknya Islam dan kemuliaan kaum Muslim (’izzatul Islâm wal Muslimîn). Sikap dan pengorbanan Rasulullah saw. ini kemudian diikuti oleh para Sahabat Beliau dan generasi setelah mereka pada masa-masa Kekhilafahan setelahnya ketika mereka mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah esensi ibadah haji dan ibadah kurban pada bulan Dzulhijjah ini. Kita diajari nilai ketundukan dan kepatuhan total sebagai wujud keimanan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. Kita pun diajari keharusan untuk mengorbankan segala yang ada pada diri kita, yang sesungguhnya bukan milik kita, tetapi milik sang Pemilik sejati, Allah SWT. Tentu apa yang kita korbankan layak mendapatkan balasan dari Allah SWT:</p>
<blockquote><p><em>Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin jiwa dan harta mereka dengan surga untuk mereka</em><strong> (QS at-Taubah [9]: 111).</strong></p></blockquote>
<h3>Wahai kaum Muslim…</h3>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya umat ini akan hidup mulia dan meraih kemuliaan hanya dengan Islam. Menegakkan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan negara adalah kewajiban hamba yang beriman. Ini suatu keniscayaan dan tentu membutuhkan pengorbanan. Meruntuhkan dan mengubur sistem selain Islam adalah tantangan sekaligus kewajiban kita. Saatnya umat Islam hidup merdeka; menghamba hanya kepada Tuhan yang mencipta hamba, bukan kepada sesama hamba. Saatnya umat meninggalkan derita di bawah ‘ideologi setan’ (Kapitalisme maupun Sosialisme). Saatnya umat menegakkan kembali kepemimpinan Islam di bawah naungan Khilâfah ‘ala Minhâj an-Nubuwwah. []</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Komentar alislam:</strong></span></p>
<p>Panitia Hari AIDS Sedunia Indonesia menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) 2008. <strong>(Kompas.com, 1/12/2008).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Awas! Propaganda seks bebas di balik kampanye kondom!</em></p>
Posted in Buletin, Khilafah, Tsaqofah Islam Tagged: dzulhijjah, haji, idul adha, kepemimpinan, Khilafah, kurban, syariah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idhams.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idhams.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idhams.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idhams.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idhams.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idhams.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idhams.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idhams.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idhams.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idhams.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=173&subd=idhams&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhams.wordpress.com/2008/12/05/haji-dan-kepemimpinan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2632c8a3041ea556f73bc3fcb3ed3d63?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idhams</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://idhams.files.wordpress.com/2008/12/krisis-ekonomi.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">krisis-ekonomi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 1429 H Berkorban Demi Tegaknya Islam</title>
		<link>http://idhams.wordpress.com/2008/11/30/khutbah-idul-adha-1429-h-berkorban-demi-tegaknya-islam/</link>
		<comments>http://idhams.wordpress.com/2008/11/30/khutbah-idul-adha-1429-h-berkorban-demi-tegaknya-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 23:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Idham Sirunna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqofah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[1429]]></category>
		<category><![CDATA[dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idhams.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم
KHUTBAH IDUL ADHHA 1429 H
BERKORBAN DEMI TEGAKNYA ISLAM
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر 9×
اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحَّدَنَا بِعِيْدِهِ كَأُمَّةٍ وَاحِدَةٍ، مِنْ غَيْرِ الأُمَم، وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=170&subd=idhams&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">بسم الله الرحمن الرحيم</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">KHUTBAH IDUL ADHHA 1429 H</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">BERKORBAN DEMI TEGAKNYA ISLAM</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">الله أكبر </span><span style="font-family:&quot;">9</span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">×</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span id="more-170"></span>اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحَّدَنَا بِعِيْدِهِ كَأُمَّةٍ وَاحِدَةٍ، مِنْ غَيْرِ الأُمَم، وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْراَمِ. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ، </span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">الَلَّهُمَّ صَلِّ وَاُسَلِّمُ عَلَى حَبِيْبِناَ المُصْطَفَى، الَّذِّي بَلَّغَ الرِّسَالَةْ، وَأَدَّى الأَمَانَةْ، وَنَصَحَ الأُمَّةْ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ، وَجاَهَدَ فِيْ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اَمَّا بَعْدُ</span></strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">: عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar 3x Walillahil Hamd</span></em></strong><em></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaum Muslim rahimakumullah: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hari ini, umat Islam di seluruh dunia telah disatukan oleh Allah sebagai satu umat. Mereka merayakan hari Raya Idul Adhha bersama-sama sebagai umat Islam, bukan sebagai bangsa Arab, Afrika, Eropa, Amerika, Australia maupun Asia. Mereka merayakan hari agung dan suci ini sebagai satu umat, yang diikat oleh akidah yang sama, yaitu akidah Islam. Dan diatur dengan hukum yang sama, yaitu hukum Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Namun sayangnya, kesatuan mereka sebagai umat ini hanya sesaat. Sebab, begitu mereka selesai mengerjakan shalat Idul Adhha, kesatuan itu pun sirna. 1,4 milyar umat Islam yang kini tengah merayakan Idul Adhha itu pun kembali menjadi buih, dan tidak berdaya menghadapi penistaan demi penistaan yang terus menghampiri mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Lihatlah, untuk menjaga kehormatan dan kesucian Nabi Muhammad dan keluarga baginda, yang terus-menerus dihina dan dinistakan saja mereka tidak mampu. Paling-paling mereka hanya bisa mengutuk, mengecam, memprotes atau menuntut agar penguasa negeri kaum Muslim itu menyeret dan mengadili pelakunya. Tetapi, apakah seruan itu pernah didengarkan? Tentu saja tidak. Karena para penguasa mereka tidak pernah menjadi penjaga agama mereka. Tidak pernah menjadi pembela kehormatan Nabi mereka. Bahkan, menjadi penjaga wilayah mereka sendiri pun tidak. Sebaliknya, mereka malah bahu-membahu dengan kaum Kafir penjajah agar bisa menduduki dan menguras kekayaan alam negeri-negeri mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Lihatlah, andai bukan karena bantuan para penguasa yang berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan seluruh umat Islam, tentu AS dan sekutunya tidak akan bisa menduduki Irak dan Afganistan. Israel juga tidak akan bisa terus-menerus mengangkangi tanah suci Palestina, yang diberkati oleh Allah. Pakistan juga tidak bisa diobrak-abrik dan diobok-obok oleh AS; sehingga AS, dengan leluasa menjalankan operasi penculikan dan pembunuhan orang-orang yang dianggap bisa mengancam eksistensinya. <em>Allahu akbar. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pertanyaannya, sampai kapan kondisi ini akan terus begini? Apa yang menyebabkan kondisi umat yang dinyatakan oleh Allah sebagai umat terbaik ini begitu menyedihkan?; sampai seluruh kehormatan mereka dinodai di depan mata mereka, siang dan malam, mereka pun tak kuasa membelanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaum Muslim rahimakumullah: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kondisi ini sudah diisyaratkan oleh baginda Rasulullah saw. Dalam sabdanya, 14 abad yang lalu, baginda menyatakan: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">«يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا، فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ، قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ، فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ» </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Nyaris saja umat-umat itu mengerumuni kalian sebagaimana mereka mengerumi makanan di atas nampan. Ada yang bertanya, ‘Apakah karena jumlah kita yang saat itu memang sedikit?’ Baginda Nabi menjawab, ‘Tidak. Justru kalian ketika itu jumlahnya banyak, tetapi kalian ibaratnya seperti buih yang diombang-ambingkan gelombang. Allah benar-benar akan mencabut dari dada-dada musuh kalian perasaan segan terhadap diri kalian. Sementara Allah benar-benar akan tanamkan ke dalam benak kalian penyakit wahn.’ Ada yang bertanya, ‘Apakah penyakit wahn itu, wahai Rasulullah?’ Baginda menjawab, ‘Mencintai dunia, dan takut akan kematian.’” </span></em><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">(H.r. Ahmad dan at-Tirmidzi)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Penyakit <em>wahn </em>inilah yang menjangkiti umat Islam, sehingga mereka kehilangan <em>haibah </em>(wibawa), sebaliknya mereka justru menjadi penakut dan pengecut. Bandingkan dengan sikap generasi emas terdahulu, sebagaimana yang ditunjukkan oleh sikap Khalid bin Walid terhadap Hurmuz: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">«أَمَّا بَعْدُ، أَسْلِمْ تَسْلَمْ، وَأَعْقِدُ لِنَفْسِكَ وَلِقَوْمِكَ الذَِّمَّةَ، وَأُقَرِّرُ بِالْجِزْيَةِ، وَإِلاَّ فَلاَ تَلُوْمَنَّ إِلاَّ نَفْسَكَ، فَقَدْ جِئْتُكَ بِقَوْمٍ يُحِبُّوْنَ الْمَوْتَ كَماَ تُحِبُّوْنَ الْحَيَاةَ»</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Amma ba’du, masuk Islamlah kamu, maka kamu pun akan selamat. Aku telah mengikatkan jaminan untuk dirimu dan kaummu. Aku juga telah menetapkan jizyah. Jika kamu tidak mau, maka jangan sekali-kali menyesal, kecuali meratapi dirimu sendiri. Aku sungguh telah membawa kepadamu suatu kaum yang lebih mencintai kematian, sebagaimana kalian mencintai kehidupan.” </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar</span></em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">, itulah rahasia kekuatan dan <em>haibah </em>(wibawa) pasukan Khalid bin Walid, generasi emas yang pernah dilahirkan oleh baginda Rasulullah saw. Inti dari kekuatan mereka adalah kesediaan mereka untuk berkorban. Mengorbankan apa saja yang mereka miliki; harta, keluarga, bahkan jiwa dan raga mereka. Dengan pengorbanan itulah mereka begitu menikmati kematian, sebagaimana orang-orang Kafir menikmati kehidupan. Tidak ada rasa takut dan gentar sedikit pun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mengapa kematian itu begitu mereka rindukan? Karena, di sanalah mereka mendapatkan kebaikan di sisi <em>Rabb</em>-nya, <em>jannah an-na’im</em> (surga dengan segala kenikmatannya). Pandangan mereka nun jauh ke akhirat; pada surga dengan segala kenikmatannya, dan neraka dengan segala adzab dan siksanya, itulah yang menghidupkan hati mereka, yang membentuk ketakwaan dan ketaatan mereka kepada Allah SWT. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaum Muslim rahimakumullah: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail —<em>’alaihima as-salam— </em>dihadirkan oleh Allah kepada kita untuk menjadi <em>ibrah</em>, bagaimana ketataan seorang Ibrahim dan Ismail kepada Tuhannya; yang membuat mereka dengan suka-rela mengorbankan milik mereka yang paling berharga. Ibrahim bersedia menyembelih putranya, sementara Ismail dengan rela, tanpa keberatan sedikit pun, bersedia disembelih oleh ayahandanya tercinta. Ini semua, dilakukan demi membuktikan ketaatan mereka kepada Tuhannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Apakah fragmen seperti ini hanya ada di dalam kisah-kisah al-Quran? Ataukah pernah ada dalam kehidupan nyata umat Islam? Ternyata, fragmen seperti itu juga telah ditunjukkan dalam kehidupan nyata umat terbaik ini. Adalah Muhaishah, sahabat Rasulullah saw. yang mengikuti perintah baginda untuk membunuh seorang Yahudi dalam sebuah peperangan. Yahudi yang dibunuhnya itu tak lain adalah pedagang yang biasa memberi pakaian kepadanya. Kakak Muhaishah, yang belum memeluk Islam, yaitu Huwaishah marah kepada Muhaishah, adiknya, seraya memukul dan menghardiknya, <em>”Apakah kamu membunuhnya? Demi Allah, makanan di dalam perutmu itu berasal dari hartanya.” </em>Muhaishah pun menjawab, <em>”Demi Allah, sekiranya orang yang memerintahkan aku untuk membunuhnya, memerintahkan aku untuk membunuhmu, pasti aku akan penggal lehermu.” </em>Huwaishah bertanya lagi dengan nada heran, <em>”Demi Allah, kalau Muhammad memerintahkan kamu membunuhku, kamu akan membunuhku?” </em>Muhaishah menjawab dengan tegas, <em>”Benar.” </em>Padahal, mereka adalah kakak-beradik. <em>Allahu Akbar. </em>Inilah manifestasi ketaatan yang mereka tunjukkan. Inilah ketaatan generasi emas para sahabat Rasulullah saw. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaum Muslim rahimakumullah: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Jika pada <em>yaum</em> <em>Nahr</em> (hari berkurban) ini, menyembelih hewan kurban di tanah suci bagi jamaah haji, pahalanya oleh Allah dihitung sebanyak tiap helai bulunya, maka bagaimana dengan pengorbanan total yang kita berikan kepada Allah sebagai manifestasi dari ketaatan kita dalam perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Jika hari ini, jamaah haji yang tengah mengenakan pakaian <em>ihram</em> harus rela menahan sengatan panas matahari, sejak di Arafah, Muzdalifah sampai ke Mina, dengan keringat dan bau badan yang mengalir dari tubuh mereka, dan terhadap semuanya itu mereka dilarang untuk menutup kepala dan memakai wangi-wangian, karena kelak Allah akan membangkitkan mereka sebagai orang yang memenuhi panggilan-Nya (<em>mulabbiyah</em>). Jika karena ketaatannya, jamaah haji mendapatkan kemuliaan yang luar biasa, maka bagaimana dengan para pengemban dakwah, yang menghabiskan waktunya untuk berdakwah, berjalan di bawah terik matahari, siang-malam hidupnya untuk melakukan kontak dakwah, hari-harinya dihabiskan di perjalanan, hartanya pun habis dibelanjakan di jalan Allah, tentu mereka akan mendapatkan kemuliaan yang jauh luar biasa. Karena mereka bukan hanya menjalankan ketaatan untuk diri mereka sendiri, sebagaimana jamaah haji, tetapi ketaatan yang juga bisa ditebarkan kepada orang lain. Itulah kehidupan para pengemban dakwah. Pantaslah, jika karena jerih payahnya itu, apa yang mereka lakukan dinyatakan oleh Nabi lebih baik daripada terbitnya matahari dan bulan. <em>Allahu Akbar 3x.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Inilah buah dari pengorbanan yang lahir dari ketaatan, ketakwaan dan pandangan jauh ke akhirat itu. Orang-orang yang taat ketika dipanggil oleh Allah, <em>Rabb </em>mereka, mereka pun menjawab: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">«لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ»</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">”Hamba datang memenuhi panggilan-Mu. Ya Allah, hamba datang memenuhi panggilan-Mu. Hamba datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bagi mereka, tidak ada kata lain, kecuali: <em>Sami’na wa atha’na</em>; kami dengar, dan kami taat. Mereka tidak lagi memilih-milih, karena tidak lagi ada pilihan bagi mereka di hadapan perintah dan larangan Allah, kecuali patuh. Allah berfirman: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً مُّبِيناً ﴿٣٦﴾</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">”Dan tidaklah layak bagi orang Mukmin laki-laki maupun bagi orang Mukmin perempuan, jika Allah dan rasul-Nyat telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) dalam urusan mereka. Barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” </span></em><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">(Q.s. al-Ahzab [33]: 36)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaum Muslim rahimakumullah: </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Marilah kita jujur, apakah sikap kita sudah seperti itu? Apakah kita telah memiliki ketaatan total kepada Allah dan Rasul-Nya? Sudahkah kita mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya dalam setiap perintah dan larangan-Nya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ketika Allah memerintahkan kita shalat, kita segera melaksanakannya. Ketika memerintahkan kita berpuasa, kita juga segera melaksanakannya. Ketika kita dilarang memakan Babi, kita pun segera meninggalkannya. Lalu, mengapa ketika Allah memerintahkan kita untuk menerapkan hukum-hukum-Nya, kita abai? Mengapa ketika Allah memerintahkan kita melaksanakan sistem ekonomi berdasarkan hukum-hukum-Nya, kita tidak menunaikannya? Begitu pun ketika Allah memerintahkan kita melaksanakan sistem pemerintahan berdasarkan hukum-hukum-Nya, kita tidak melaksanakannya? Bukankah kita tahu, bahwa hanya dengan hukum-hukum-Nya kehidupan kita akan menjadi lebih baik, dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat? Bukankah kita juga tahu, bahwa tanpa sistem pemerintahan Islam yang mampu mempersatukan umat, yakni <em>Khilafah Islamiyah</em>, umat ini menjadi lemah dan hina? Mereka tidak berdaya membela kehormatan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mengapa dan mengapa, seruan-seruan Allah itu tidak segera dilaksanakan? Di manakah keataan total kita kepada Allah SWT, yang menciptakan kita, dan yang menghidupkan dan mematikan kita? Layak kah dengan sikap seperti itu kita mendambakan kemuliaan dan kehormatan. Layak kah dengan sikap seperti itu, kita menjadi umat yang disegani oleh kawan dan lawan? Bukankah dengan sikap seperti itu, kita justru telah menghinakan diri kita sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Lihatlah, kondisi politik, ekonomi, militer, sosial, budaya dan semua bidang kehidupan umat Islam saat ini. Semuanya dalam kondisi yang terpuruk. Kehidupan mereka dikuasai, dikontrol, disetir dan dijajah oleh musuh-musuh mereka. Kita hanya jadi pengekor yang tunduk dan patuh kepada orang-orang Kafir penjajah. Lihatlah, berapa ratus triliun rupiah telah dihabiskan untuk melaksanakan sistem demokrasi, yang nyatanya tidak membawa kebaikan bagi kehidupan mereka. Lihatlah ide-ide HAM, liberalisme, sekularisme, kapitalisme, dan segala isme-isme yang lain, yang jelas bertentangan dengan Islam, justru diterapkan oleh umat ini, karena mengekor orang-orang Kafir penjajah? Kita rela tunduk dan patuh kepada musuh Allah, Rasul-Nya dan orang Mukmin, sebaliknya rela mengkhianati Allah SWT dan Rasul-Nya. Jadilah kita umat yang hina. Terpuruk dalam kenistaan, kemiskinan, dan kebodohan. Jadilah kita korban keserakahan mereka hingga nyawa pun tidak ada harganya. Nyawa umat Islam begitu murah. Justru ketika Nabi telah menitahkan dalam Haji Wada’: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">«فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ»</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">”Sesungguhnya darah kalian, harta dan kehormatan kalian adalah merupakan kemuliaan bagi kalian, sebagaimana kemuliaan hari ini, di bulan ini dan di negeri ini.”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tapi, lihatlah apa yang terjadi di Palestina, Irak, Afghanistan, Kashmir, Moro, Pattani dan tempat lainnya menjadi bukti. Yang lebih menyedihkan lagi adalah kita masih tetap bergelimang dalam murka-Nya, karena dosa-dosa kita. Inilah kondisi terburuk umat Islam sepanjang sejarah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaum Muslim rahimakumullah, </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Marilah kita tengok kondisi kaum Muslim di dalam negeri. Di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim ini, hanya tersisa banyaknya jumlah saja. Bagaimana mungkin kita bangga sebagai Muslim kalau melarang dan membubarkan Ahmadiyah yang jelas sesat dan kafir saja tidak bisa? Apa yang tersisa dari identitas Islam kita, kalau melarang pornografi dan pornoaksi saja tidak bisa? Orang menikah dengan cara yang sah diteriaki, dihujat dan dikriminalkan; sementara orang yang berzina dan kumpul kebo dibiarkan. Ketika anak gadis kecil menikah, dipersoalkan karena dianggap mengambil haknya sebagai anak, tetapi ketika seorang perempuan rela hidup serumah tanpa tali pernikahan, tidak pernah dikatakan dilanggar hak keperempuan, hak keisterian dan hak pernikahannya. Inilah paradok perjuangan para pejuang HAM dan aktivis feminis. Belum lagi problem kemaksiatan lain, seperti korupsi, pembunuhan tanpa hak, perjudian, narkoba, suap, pemurtadan, praktik ekonomi ribawi, politik oportunistik yang tumbuh sebagai kejahatan sistemik. Maksiat yang terbesar adalah ditinggalkannya syariah Islam sekaligus diterapkannya hukum Kufur hingga menjadikan semua kaum Muslim di negeri ini telah maksiat berjamaah. Seolah kita pun tidak takut lagi, bahwa fitnah itu akan menyapu bersih siapa pun yang hidup di negeri penuh maksiat ini, tanpa kecuali, sebagaimana yang diingatkan oleh Allah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ ﴿٢٥﴾</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">”Takutlah kalian terhadap fitnah yang sekali-kali tidak hanya akan menimpa orang yang zalim di antara kalian saja. Ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Keras siksa-Nya.” </span></em><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">(Q.s. al-Anfal [08]: 25)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allahu Akbar 3x walillahil hamd.</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kaum Muslim rahimakumullah.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kita telah menyaksikan semuanya itu dengan mata kepala kita. Belum cukupkah semua keburukan dan kehinaan ini mendera kita? Masihkah kita berharap pada keburukan dan kehinaan lain yang lebih buruk lagi? Padahal Allah telah menjadikan kita umat paling mulia. Lalu di manakah kemuliaan kita sekarang? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tidak ada lagi solusi bagi semua kehinaan dan kesengsaran kita itu, kecuali dengan kembali kepada Islam, dengan menerapkan Islam secara <em>kaaffah</em>. Itulah yang menjadi penentu kemuliaan kita, sebagiamana dahulu Rasulullah saw. dan para sahabatnya —<em>radhiyallahu ’anhum—</em> telah meraihnya. Demikian pula khulafaur rasyidin, dan generasi-generasi setelahnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Wahai kaum Muslim, kini Allah memanggil kita, menuntut ketaatan total kita kepada-Nya. Ketaatan itu menuntut kita untuk berkorban; mengorbankan apa saja yang kita miliki demi menggapai ridha-Nya. Hanya dengan pengorbanan demi ketaatan itulah, kita akan meraih kembali kemuliaan hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat. Dan, itu semua, wahai kaum Muslim, hanya bisa diwujudkan jika hidup kita diatur dengan syariah-Nya di bawah naungan <em>Khilafah Rasyidah ’ala Minhaj an-Nubuwwah</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Inilah saatnya kita berkorban. Tampil ke depan membawa panji-panji Islam. Berjuang dengan segenap daya dan kemampuan menyonsong kemengan yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hari ini kita diperintahkan berkurban, yang semestinya menjadi <em>ibrah</em>, dalam memberikan pengorbanan klita yang lain. Tidak hanya berhenti pada penyembelihan kambing, sapi, atau unta. Namun pengorbanan harta, waktu, jiwa dan raga kita demi tegaknya agama Allah di muka bumi. Ingatlah, wahai kaum Muslim, bahwa </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">untuk itulah Nabi bersumpah tidak akan pernah mundur walau selangkan, sampai Islam menang atau baginda saw. binasa:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">«وَاَللّهِ لَوْ وَضَعُوا الشّمْسَ فِي يَمِينِي، وَالْقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هَذَا الأَمْرَ حَتّى يُظْهِرَهُ اللّهُ أَوْ أَهْلِكَ فِيهِ مَا تَرَكْتُهُ». </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">”Demi Allah, andai saja mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, (lalu mereka minta) agar aku meninggalkan urusan (agama) ini, maka demi Allah, sampai urusan (agama) itu dimenangkan oleh Allah, atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya.” </span></em><strong><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">(Hr. Ibn Hisyam)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Karena itu pula, Rasulullah saw. tidak sekadar menyampaikan risalah, tetapi juga menerapkan risalah itu dalam kehidupan nyata, sehingga baginda dinobatkan sebagai Kepala Negara Islam pertama. Negara yang baginda wariskan itulah yang disebut sebagai <em>Khilafah</em>, dan kepala negaranya, disebut dengan <em>Khulafa’</em> (jamak dari <em>Khalifah</em>). Namun sayang, negara itu kini telah tiada, setelah dihancurkan oleh kaum Kafir penjajah, Inggris dan sekutunya, bekerjasama dengan Kamal Attaturk, <em>la’natu-Llah wa al-malaikah wa ar-Rasul wa an-nas ajma’in</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Padahal, dengan Khilafah itulah kaum Muslim pernah hidup mulia. Dunia pun aman, damai, dan sejahtera di bawah naungannya selama puluhan abad. Kini, setelah Khilafah tidak ada dan dunia tengah menghadapi krisis global, Khilafah pun menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh umat manusia. Karenanya, Khilafah bukan saja cita-cita perjuangan kaum Muslim, tetapi juga seluruh umat manusia. Di saat kapitalisme sudah berada di ujung tanduk, maka kembalinya Khilafah sudah di depan mata. Sekarang tinggal kita; apakah kita akan menjadi pejuang atau pecundang? Menjadi pejuang, atau sekadar menjadi penonton? Sesungguhnya, penerapan syariah dalam naungan Khilafah, merupakan kewajiban setiap Muslim, sekaligus merupakan wujud mengurbanan hakiki kita dalam meraih kemuliaan dan keridloan Allah SWT. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Akhirnya, marilah kita berdoa </span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">semoga Allah SWT memberi kita kesabaran dan kekompakan, serta memungkinkan kita berperan penting dalam upaya menegakkan dan memperjuangkan negara Khilafah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ والحمد لله رب العالمين.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ</span><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">،</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اَللّهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ الْحِساَبِ وَمُحْزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ والَصَلِّيْبِيِّيْنَ الظَّالِمِيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَالرَّأْسُمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَ اْلإِشْتِرَاكَيِّيْنَ وَالشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ تَحْرِيْرَ بِلاَدِ فَلَسْطِيْنِ وَاْلأَقْصَى، وَالْعِرَاقِ، وَالشَّيْشَانَ، وَأَفْغَانِسْتَانَ، وَسَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ نُفُوْذِ الْكُفَّارِ الْغَاصِبِيْنَ وَالْمُسْتَعْمِرِيْنَ. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التُّقَى وَ الْعَفَافَ وَالْغِنَى نَاتِجَةً مِنْ صِيَامِنَا وَ اجْعَلْهُ شَافِعًا لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ بِإِقَامَتِهَا</span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">بِإِذْنِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اَللَّهُمَّ أنْجِزْ لَنَا مَا وَعَدَنَا عَلَى رَسُوْلِكَ مِنْ عَوْدَةِ الْخِلاَفَةِ الرَّاشِدَةِ عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ، وَاجْعَلْنَا، وَذُرِيَّاتِنَا مِمَّنْ أَقَامَهَا بِأَيْدِيْنَا.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا دُعَائَنَا</span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ</span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَآ أَوْ اَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَاِفِرِيْنَ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ</span><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&quot;">والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته</span></p>
Posted in Khilafah, Khutbah, Tsaqofah Islam Tagged: 1429, dzulhijjah, haji, idul adha, Khutbah, korban, kurban, qurban <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/idhams.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/idhams.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/idhams.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/idhams.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/idhams.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/idhams.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/idhams.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/idhams.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/idhams.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/idhams.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=idhams.wordpress.com&blog=3013355&post=170&subd=idhams&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idhams.wordpress.com/2008/11/30/khutbah-idul-adha-1429-h-berkorban-demi-tegaknya-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2632c8a3041ea556f73bc3fcb3ed3d63?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">idhams</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>